Sabtu, 01 Februari 2020

DERAS

Hujannya deras.
Hingga para manusia takut menemuinya.
Memilih berdiam diri.
Memilih sembunyi.
Memilih meneduh.

Hujannya deras.
Jatuh tak tertahankan.
Angin berebut memeluk tubuh.
Menjilat hingga tulang belakang.
Dinginnya pedih diujung kaki.

Hujannya deras.
Kaki kaki kecil memilih menemuinya.
Bersalaman dengan hangat pada sang angin.
Biar nyeker yang penting menari.
Biar telanjang dada yang penting tertawa.

Hujannya deras.
Seperti rindu kepadanya yang tak tertahankan.
Terus menghujam.
Terus ramai ramai datang.
Terus mengguyur hati sampai dingin.

Hujannya deras.

3 komentar:

  1. deras nya hujan menusuk tajam mendarat di permukaan wajah ku,.dari situ aku dan dia memutuskan untuk berhenti di halte
    I like you nanana

    BalasHapus
  2. hari dimana tepat nya dia berubah setelah mengenal seseorang
    meninggalkan seseorang demi seseorang yang baru,.dia lupa dengan
    yang menemani nya dalam beberapa dekade..
    meninggalkan wanita itu tanpa pamit..
    dia berperilaku
    seolah dia lah yang ditinggal kan
    digantung oleh sebuah ketidak
    pastian dalam hubungan,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Curhatnya jadi di blog saya ya ? Hihihi . Terimakasih sudah membaca.

      Hapus

Memeluk Rindu

... Sesak sudah rasanya dadaku, Bang Berjelimit tiada sudah pikiranku Tak karuan hati menggenggam bara rindu Tak tertahakan raga memelu...