...
Sesak sudah rasanya dadaku, Bang
Berjelimit tiada sudah pikiranku
Tak karuan hati menggenggam bara rindu
Tak tertahakan raga memeluk bayangmu.
Kau janji padaku waktu itu
Berpulang dalam pelukanku yang lemah
Kau bicara sambil tersenyum jelas
Kaukan mampir dalam kesabaranku.
Kau janji juga padaku waktu itu
Pulang penuh akan lelah dari lautan
Berbicara panjang atas capai citamu
Dan aku yang menatapmu dengan kebahagiaan.
Tapi nyata,
Hanya bayang rindu yang memeluk
Hanya angin rindu yang siap menyergap
Hanya buaian rindu kaukan datang
Membiarkan belati “hanya” yang menancap.
Aku duduk mematung dengan payah
Tersenyum getir melawan sakit teriris
Menahan mataku agar tak basah
Menahan rindu yang selalu memeluk dengan sadis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar