Sabtu, 22 Februari 2020

Bertemu pada rindu



Bertemu pada rindu

Hari ini hujan terus mengguyur jalan
Mata melincing ke sudut pandang
Angin terus merasuk dalam dada
Ada yang lebih merasuk sebenarnya

           Jantung berdebar tak karuan
           Bibir habis sudah digigit waktu
           Jemari dingin tak tertahankan
            Kaki ada saja alasan untuk beranjak

Menunggu,
Sampai ingin menampar diri rasanya
Enyahlah rasa ini, Tuhan
Tak ada lagi seharusnya rasa ini

            Baik. 
              Pertemuan dimulai.
                Hanya 8 menit. 
                    Setelah itu,
                       Selesai. 
                           Semoga benar-benar selesai. 

Kamis, 06 Februari 2020

SELAMAT HARI JUMAT


.
.
Hari indah yang selalu menjadi penutup.
Penutup dari segala kekacauan dunia.
Hari indah yang selalu menjadi pembuka.
Pembuka dari segala melepas sesak di dada.

Jangan sedih,
Tersenyumlah sekuat tenagamu.
Jangan murung,
Ini hari jumat, sayang jika murung.

Jangan khawatir,
Matahari tidak pernah ingkar untuk terbit.
Jangan takut,
Allah masih menyiapkan malam untuk tidur.

Ini hari jumat.
Bertunduk syukur diatas bumi.
Ini hari jumat.
Menatap riang dibawah langit.

KATANYA

Katanya,

Tanya
Katanya katanya
Kata tanya
Katanya katanya

Kata katanya
Tanya katanya
Kata kata tanya
Katanya

Sudah habis percaya
Karena selalu katanya.

Sabtu, 01 Februari 2020

DERAS

Hujannya deras.
Hingga para manusia takut menemuinya.
Memilih berdiam diri.
Memilih sembunyi.
Memilih meneduh.

Hujannya deras.
Jatuh tak tertahankan.
Angin berebut memeluk tubuh.
Menjilat hingga tulang belakang.
Dinginnya pedih diujung kaki.

Hujannya deras.
Kaki kaki kecil memilih menemuinya.
Bersalaman dengan hangat pada sang angin.
Biar nyeker yang penting menari.
Biar telanjang dada yang penting tertawa.

Hujannya deras.
Seperti rindu kepadanya yang tak tertahankan.
Terus menghujam.
Terus ramai ramai datang.
Terus mengguyur hati sampai dingin.

Hujannya deras.

Belajar menulis

Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari segala kegundahan.
Belajar menulis dari segala ketidaktahuanku.
Belajar menulis dari semua segala kecemasanku.
Belajar menulis dari semua keraguanku.

Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari rasa syukurku.
Belajar menulis dari rasa bahagiaku.
Belajar menulis dari haruku.
Belajar menulis dari rasa egoku.

Aku belajar menulis.
Sampai habis sudah jemariku.
Sampai tak lagiku berlari.
Sampai tak lagiku tertawa dan menangis.
Sampai tak lagi aku mencintai siapapun kecuali Kamu.

Aku belajar menulis.

Memeluk Rindu

... Sesak sudah rasanya dadaku, Bang Berjelimit tiada sudah pikiranku Tak karuan hati menggenggam bara rindu Tak tertahakan raga memelu...