...
Sesak sudah rasanya dadaku, Bang
Berjelimit tiada sudah pikiranku
Tak karuan hati menggenggam bara rindu
Tak tertahakan raga memeluk bayangmu.
Kau janji padaku waktu itu
Berpulang dalam pelukanku yang lemah
Kau bicara sambil tersenyum jelas
Kaukan mampir dalam kesabaranku.
Kau janji juga padaku waktu itu
Pulang penuh akan lelah dari lautan
Berbicara panjang atas capai citamu
Dan aku yang menatapmu dengan kebahagiaan.
Tapi nyata,
Hanya bayang rindu yang memeluk
Hanya angin rindu yang siap menyergap
Hanya buaian rindu kaukan datang
Membiarkan belati “hanya” yang menancap.
Aku duduk mematung dengan payah
Tersenyum getir melawan sakit teriris
Menahan mataku agar tak basah
Menahan rindu yang selalu memeluk dengan sadis.
Belajar menulis
Senin, 15 Juni 2020
Selasa, 26 Mei 2020
Akhirnya
Akhirnya,
kamu harus mengetahui bahwa dirimu bodoh.
Teramat bodoh saat dizolimi masih santai.
Terlalu bodoh saat dibohongi kamu masih bisa tertawa.
Seharusnya kamu melawan dengan tegas. Melawan dengan sigap atas penderitaan yang telah di lemparkan lelaki bejat kepadamu.
Tidak usah sok baik. Baik dengan bodoh amat sangat berbeda. Jauh berbeda.
Tolong. Belajar lagi lebih dalam.
Apa itu kebaikan.
Dan apa itu kebodohan (?)
26 may 2020,
Yang zolim akan di tonton dengan seru yang kamu anggap bodoh.
kamu harus mengetahui bahwa dirimu bodoh.
Teramat bodoh saat dizolimi masih santai.
Terlalu bodoh saat dibohongi kamu masih bisa tertawa.
Seharusnya kamu melawan dengan tegas. Melawan dengan sigap atas penderitaan yang telah di lemparkan lelaki bejat kepadamu.
Tidak usah sok baik. Baik dengan bodoh amat sangat berbeda. Jauh berbeda.
Tolong. Belajar lagi lebih dalam.
Apa itu kebaikan.
Dan apa itu kebodohan (?)
26 may 2020,
Yang zolim akan di tonton dengan seru yang kamu anggap bodoh.
Rabu, 08 April 2020
Ramadhan Akan Mampir
Sudah memasuki bulan sya`ban.
Aku masih seperti ini,
Manusia penuh dosa
Manusia penuh lalai
Malu rasanya akan ada tamu datang.
Malu rasanya hati masih berantakan.
Teramat berantakan lagi kotor.
Teramat kotor lagi busuk.
Sudah mulai berlinang air mata
Dengar syair Abu Nawas amat terkenal
Seperti ingin sujud sambil menangis
ingin mengadu sambil terisak.
Ramadhan,
maklumilah hamba Allah ini
aku dengan tangan kotor
aku dengan tubuh penuh hina
terimalah aku, sebagai tuan rumah yang berusaha menyambutmu.
Senin, 06 April 2020
JANGAN BAPER
Kalau sudah dekat,
Jangan baper.
Siapa tahu, cuma kamu teman bosannya dia.
Kalau sudah dekat,
Jangan baper.
Siapa tahu, cuma kamu manusia gabut yang siap nerima kehadirannya.
Kalau sudah dekat,
Jangan baper.
Siapa tahu, kamu cuman buat main main.
Jadi, jangan baper.
Jangan baper sebelum dia datang ke rumahmu bawa 1 warga dari rumahnya agar bisa membawamu hidup bersama.
Bolehlah kamu baper parah dengannya.
Ingat, kamu jangan baper.
Jangan baper.
Siapa tahu, cuma kamu teman bosannya dia.
Kalau sudah dekat,
Jangan baper.
Siapa tahu, cuma kamu manusia gabut yang siap nerima kehadirannya.
Kalau sudah dekat,
Jangan baper.
Siapa tahu, kamu cuman buat main main.
Jadi, jangan baper.
Jangan baper sebelum dia datang ke rumahmu bawa 1 warga dari rumahnya agar bisa membawamu hidup bersama.
Bolehlah kamu baper parah dengannya.
Ingat, kamu jangan baper.
Minggu, 05 April 2020
TERJAGA
Wahai mata yang masih terjaga,
Bisakah kita istirahat sebentar ?
Memejamkan mata dengan tulus
Dan tidur dengan pulas.
Wahai pikiranku,
Bisa berhenti sejenak ?
Berhenti untuk tidak memikirkan hal-hal yang seharusnya belum dipikirkan.
Berdamailah sebentar pada keadaan,
Berdamailah sebentar pada waktu,
Jangan risau pada yang belum terjadi
Allah yang akan menuntun bukan
Allah yang menjaga bukan?
Mari, tidurlah dengan peluh dan tulus
Biarkan mata memejam dengan ikhlas
Biarkan jiwa istirahat sebentar dengan sabar
Biarkan semuanya.
Biarkan semesta yang bekerja.
Bisakah kita istirahat sebentar ?
Memejamkan mata dengan tulus
Dan tidur dengan pulas.
Wahai pikiranku,
Bisa berhenti sejenak ?
Berhenti untuk tidak memikirkan hal-hal yang seharusnya belum dipikirkan.
Berdamailah sebentar pada keadaan,
Berdamailah sebentar pada waktu,
Jangan risau pada yang belum terjadi
Allah yang akan menuntun bukan
Allah yang menjaga bukan?
Mari, tidurlah dengan peluh dan tulus
Biarkan mata memejam dengan ikhlas
Biarkan jiwa istirahat sebentar dengan sabar
Biarkan semuanya.
Biarkan semesta yang bekerja.
Rabu, 25 Maret 2020
JARAK
Jarak
Sepertinya sudah tidak asing lagi dengan kata satu ini.
Selalu menjadi garda terdepan untuk sebuah hubungan.
Sudah banyak para pujangga membahas dan mendongeng tentang jarak.
Sudah banyak korban juga karena tidak kuat menahan karena jarak.
Apa itu jarak sebenarnya ?
Dulu, aku hanya tahu bahwa jarak adalah hasil dari perkalian antara kecepatan dengan waktu di BAB gerak lurus beraturan. Itu dulu.
Sekarang, apa itu jarak?
Jarak adalah sesuatu yang memisahkan raga 2 insan atau lebih. Oh salah salah. Kalau jaraknya 0 Km ? Gak terpisah dong ?
Mari kita ganti.
Apa itu jarak?
.
.
.
.
(No found)
Ternyata masing- masing makhluk Tuhan sudah menfsirkan apa itu jarak. Aku tidak berani menafsirkannya disini. Cukup gamblang raaanya untuk dijelaskan tentang jarak.
Hmmm.. semoga lekas, kita bisa bertemu. (Aku tidak tahu ini ditujukan untuk siapa. Asal nyebut aja biar dramatis).
.
.
.
Dibuat tanggal 25 maret 2020 atau H-29 Ramadhan ❤
Sabtu, 22 Februari 2020
Bertemu pada rindu
Hari ini hujan terus mengguyur jalan
Mata melincing ke sudut pandang
Angin terus merasuk dalam dada
Ada yang lebih merasuk sebenarnya
Jantung berdebar tak karuan
Bibir habis sudah digigit waktu
Jemari dingin tak tertahankan
Kaki ada saja alasan untuk beranjak
Menunggu,
Sampai ingin menampar diri rasanya
Enyahlah rasa ini, Tuhan
Tak ada lagi seharusnya rasa ini
Baik.
Pertemuan dimulai.
Hanya 8 menit.
Setelah itu,
Selesai.
Semoga benar-benar selesai.
Kamis, 06 Februari 2020
SELAMAT HARI JUMAT
.
.
Hari indah yang selalu menjadi penutup.
Penutup dari segala kekacauan dunia.
Hari indah yang selalu menjadi pembuka.
Pembuka dari segala melepas sesak di dada.
Jangan sedih,
Tersenyumlah sekuat tenagamu.
Jangan murung,
Ini hari jumat, sayang jika murung.
Jangan khawatir,
Matahari tidak pernah ingkar untuk terbit.
Jangan takut,
Allah masih menyiapkan malam untuk tidur.
Ini hari jumat.
Bertunduk syukur diatas bumi.
Ini hari jumat.
Menatap riang dibawah langit.
KATANYA
Katanya,
Tanya
Katanya katanya
Kata tanya
Katanya katanya
Kata katanya
Tanya katanya
Kata kata tanya
Katanya
Sudah habis percaya
Karena selalu katanya.
Tanya
Katanya katanya
Kata tanya
Katanya katanya
Kata katanya
Tanya katanya
Kata kata tanya
Katanya
Sudah habis percaya
Karena selalu katanya.
Sabtu, 01 Februari 2020
DERAS
Hujannya deras.
Hingga para manusia takut menemuinya.
Memilih berdiam diri.
Memilih sembunyi.
Memilih meneduh.
Hujannya deras.
Jatuh tak tertahankan.
Angin berebut memeluk tubuh.
Menjilat hingga tulang belakang.
Dinginnya pedih diujung kaki.
Hujannya deras.
Kaki kaki kecil memilih menemuinya.
Bersalaman dengan hangat pada sang angin.
Biar nyeker yang penting menari.
Biar telanjang dada yang penting tertawa.
Hujannya deras.
Seperti rindu kepadanya yang tak tertahankan.
Terus menghujam.
Terus ramai ramai datang.
Terus mengguyur hati sampai dingin.
Hujannya deras.
Hingga para manusia takut menemuinya.
Memilih berdiam diri.
Memilih sembunyi.
Memilih meneduh.
Hujannya deras.
Jatuh tak tertahankan.
Angin berebut memeluk tubuh.
Menjilat hingga tulang belakang.
Dinginnya pedih diujung kaki.
Hujannya deras.
Kaki kaki kecil memilih menemuinya.
Bersalaman dengan hangat pada sang angin.
Biar nyeker yang penting menari.
Biar telanjang dada yang penting tertawa.
Hujannya deras.
Seperti rindu kepadanya yang tak tertahankan.
Terus menghujam.
Terus ramai ramai datang.
Terus mengguyur hati sampai dingin.
Hujannya deras.
Belajar menulis
Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari segala kegundahan.
Belajar menulis dari segala ketidaktahuanku.
Belajar menulis dari semua segala kecemasanku.
Belajar menulis dari semua keraguanku.
Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari rasa syukurku.
Belajar menulis dari rasa bahagiaku.
Belajar menulis dari haruku.
Belajar menulis dari rasa egoku.
Aku belajar menulis.
Sampai habis sudah jemariku.
Sampai tak lagiku berlari.
Sampai tak lagiku tertawa dan menangis.
Sampai tak lagi aku mencintai siapapun kecuali Kamu.
Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari segala kegundahan.
Belajar menulis dari segala ketidaktahuanku.
Belajar menulis dari semua segala kecemasanku.
Belajar menulis dari semua keraguanku.
Aku belajar menulis.
Belajar menulis dari rasa syukurku.
Belajar menulis dari rasa bahagiaku.
Belajar menulis dari haruku.
Belajar menulis dari rasa egoku.
Aku belajar menulis.
Sampai habis sudah jemariku.
Sampai tak lagiku berlari.
Sampai tak lagiku tertawa dan menangis.
Sampai tak lagi aku mencintai siapapun kecuali Kamu.
Aku belajar menulis.
Langganan:
Postingan (Atom)
Memeluk Rindu
... Sesak sudah rasanya dadaku, Bang Berjelimit tiada sudah pikiranku Tak karuan hati menggenggam bara rindu Tak tertahakan raga memelu...